SUJUD
Januari 24, 2007 at 3:25 pm 5 komentar
Sujud
Oleh: Abdul Hamid Al-Bilali
Sujud itu bukti ketundukan, kepasrahan, kekhusyukan, dan sikap merendahkan diri.Itulah makna ibadah yang paling menonjol. Karena itu, burung Hudhud berang dan protes keras kepada Nabi Sulaiman a.s. setelah melihat -di salah satu operasi spionasenya- salah satu kaum, sujud kepada selain Allah, serta berkata dengan marah karena Allah Ta’ala,\seperti disebutkan Allah SWT dalam Al Quran Al Karim:
”Mereka tidak menyembah Allah,yang mengeluarkan apa yang terpendam di langit dan di bumi dan yang mengetahui apayang kalian sembunyikan dan apa yang kalian nyatakan.” (QS An-Naml: 25)
Syaikh dan mujahid Abdul Hamid bin Badis berkata, “Setan memperindah perbuatan
mereka, terutama ketidaksujudan mereka kepada Allah yang telah membeberkan sejumlah argumentasi kepada mereka dan mengeluarkan aset-aset yang terpendam di langit dan bumi, misalnya hujan dan tanaman-tanaman di bumi. Itu semua menunjukkan kedigdayaan kekuatan-Nya dan kecermatan kreasi-Nya, yang mengetahui isi dalam dan luar segala sesuatu, kandungan seluruh rahasia, apa yang ada di balik tirai, dan hal-hal yang terlihat secara nyata.”
Syaikh Abdul Hamid Badis menambahkan, ”Sujud itu bukti puncak sikap merendahkan
diri, ketundukan, dan kepasrahan. Itulah inti ibadah. Dan, sujud dengan makna seperti
tidak boleh diberikan seorang hamba, kecuali kepada Dzat pemberi nikmat, Dzat yang
kaya, Dzat yang sempurna, dan Dzat yang Maha kuat. Dzat yang punya kriteria seperti itu tidak lain adalah penciptanya. Ini menujukkan Allah berhak mendapatkan sujud, bukan selain Dia. Sebab, Dia menyebutkan mengeluarkan tanaman, mengetahui apa saja yang dirahasiakan dan dinyatakan makhluk.”
Dalam mengarungi perjalannya yang panjang, burung Hudhud tidak mungkin dapat
mendengarkan ucapan kaum tersebut sesama mereka, atau ucapan mereka kepada
matahari yag mereka sembah selain Allah Ta’ala. Yaitu kalimat-kalimat syirik yang mereka jadikan sebagai sarana unutk mendekat kepada matahari. Tapi, penglihatan burung Hudhud bahwa mereka sujud kepada selain Allah Ta’ala itu sudah cukup dijadikan alas an untuk memvonis mereka kafir di depan Nabi Sulaiman a.s. Sebab, burung Hudhud tahu ketundukan dan sikap merendahkan diri, dalam bentuk sujud, itu tidak boleh dikerjakan kecuali kepada pemilik langit dan bumi.
Sujud Universal
”Apakah kamu tidak tahu bahwa apa yang ada di langit, di bumi, matahari, bulan, bintang,gunung, pohon-pohon, binatang-binatang yang melata dan sebagian besar manusia itusujud kepada Allah? Dan banyak di antara manusia yang telah ditetapkan adzab baginya.Dan siapa dihinakan Allah maka tidak seorangpun yang memuliakannya, sesungguhnyaAllah berbuat apa saja yang Dia kehendaki.” (Al-Hajj: 18)
Jika di antara makna sujud ialah tunduk, merendahkan diri, dan pasrah, maka seluruh
makhluk melakukannya, secara paksa. Kecuali manusia, yang diberikan kelebihan atas
makhluk-makhluk lain yaitu ”akal”.
Dengan akal, mereka dapat membedakan antara kebaikan dengan keburukan. Kendati
demikian, masih ada di antara manusia yang tidak mau sujud kepada Allah Ta’ala dan rela
sujud kepada pihak-pihak yang lebih kerdil dari-Nya. Misalnya, para thagut, demi
mengharapkan secuil hiasan dunia, harta, tahta, dan wanita; atau takut madzarat pihak yang
tidak dapat memberikan madzarat. Atau mereka sujud kepada matahari, atau bulan, atau api,
atau hewan, atau belalang. Begitulah. Manusia tidak memberdayakan nikmat paling besar
yang dianugerahkan Allah Ta’ala kepada mereka. Mereka rela sejajar dengan hewan ternak.
Bahkan, lebih sesat dari hewan ternak. Sebab, seluruh hewan ternak sujud kepada Allah
Ta’ala.
Sayyid Quthb Rahimahullah berkata, ”Hati pun mencoba memahami ayat di atas.
Ternyata, ada sejumlah makhluk yang diketahui dan tidak diketahui manusia. Ada sejumlah
orbit dan benda-benda angkasa, yang sudah diketahui atau tidak diketahui mereka. Ada
gunung-gunung, pohon, dan hewan melata, di bumi, tempat hidup manusia. Ternyata, semua
makhluk itu berada dalam sebuah parade yang khusyuk sujud kepad Allah dan menghadap
kepada-Nya saja, bukan kepada selain Dia, dengan kompak dan harmonis. Kecuali manusia
saja yang terlihat beda. Allah Ta’ala berfirman: ”Dan banyak di antara manusia yang telah
ditetapkan adzab baginya.” Manusia terlihat aneh dibandingkan parade makhluk-makhluk tadi.
Bisa jadi, matahari sujud tapi tidak diterima sujudnya dan minta izin masuk tapi tidak diberi
izin masuk serta dikatakan kepadanya, ”Pergilah ke tempatmu semula.” Ketika itulah,
matahari terbit dari barat. Itulah yang dimaksud dengan firman AllahTa’ala, ”Dan matahari
berjalan di tempat peredarannya, demikianlah ketetapan Yang Maha Perkasa lagi Maha
Mengetahui.” (Yaasiin:38). (Diriwayatkan Al-Bukhari dan Muslim).
Apakah makna sujudnya bintang dan pohon itu keduanya menghadap kepada matahari,
atau miring ke barat bersama dengannya, atau makna-makna lainnya yang jelas, itu semua
bentuk sujud kepada Allah Ta’ala, model ketundukan dan kepasrahan, yang tidak kita ketahui
bagaimana dan kapan itu terjadi. Kita juga tidak tahu bagaimana tasbih para makhluk, seperti
yang telah dijelaskan sebelumnya. Namun, yang jelas makhluk-makhluk itu bertasbih.
.
”Seorang hamba sangat dekat dengan
Rabb-nya saat ia bersujud. Karena itu,
perbanyaklah berdoa saat itu.”
(Diriwayatkan Muslim)
Entry filed under: Uncategorized. Tags: .
5 Komentar Add your own
Tinggalkan Balasan
Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed
1.
Mr WordPress | Januari 24, 2007 pukul 3:25 pm
Hi, this is a comment.
To delete a comment, just log in, and view the posts’ comments, there you will have the option to edit or delete them.
2.
ade akhyar sirait | Juli 2, 2007 pukul 7:41 am
selalu semangat wahai jundullah.allahu akbar.pksmaimun makin asyik aja
3.
N S Pohan | Desember 19, 2008 pukul 3:06 am
Wahai tentara Allah bertahanlah,,,,
Sebelum engkau bergelar SYUHADA
Tetaplah bertahan dan bersiap siagalah
ALLAHU AKBAR
4.
Bambang Halilintar | Maret 15, 2010 pukul 5:24 am
Assalamu’alaikum
Info penting ….
Ini adalah pegangan wajib buat kader PKS dan para pecinta Al Qur’an. Silakan klik di http://spesialisquran.wordpress.com/one-stop-quran
Wassalamu’alaikum
5.
mohlison | November 18, 2010 pukul 10:22 am
Assalamualaikum Wr. Wb.
Kabar gembira untuk Ikhwan dan Akhwat serta para Penuntut Ilmu . Telah ditemukan Metode baru untuk menerjemah Alquran, hanya dalam waktu 8 jam insya Allah bisa ..!
Metode Granada sistim 4 langkah yang ditemukan oleh Ust.Solihin Bunyamin ,Lc .
Mudah dipelajari praktis dan sistematis ,mulai dari nol .
Mari kita tingkatkan kemampuan dan penguasaan bahasa Alquran khususnya , Bahasa arab Umumnya .
Kunjungi kami di ,
http://www.kamus-alquran.com
Mohlison ( 021-60621771 / 08129194349 )